Bayanganku #2

 

***

Suatu malam aku menjadi sangat gelisah, ribuan imajinasi menggelantung di pelupuk mataku. Sudah jam 3 pagi, dan aku berbaring kurang lebih 3 jam di alas tidur. Hasilnya mata terpejam, sedang fikir melihat kelam. Akul gelisah.

Malam itu aku tak pernah merasa alam bawah sadarku beraksi hingga adzan subuh terdengar tegas memanggil dari masjid. Aku tak menjumpai gelombang delta menidurkan imajinasi. Setelah subuh yang masih menyisa dingin itu, aku enggan tertidur.

***

Bayangan itu ternyata adalah ketakutan, imajinasi itu adalah kesepian yang mengancam, kelam itu ternyata adalah harapan yang tersandera. Malam itu, benar-benar aku tak mampu “mengandai”.

Kebebasanku menjadi sebuah omong kosong. Hak asasiku terbelenggu oleh ilusi. Itulah kegelisahan.

Hingga pagi menyerbu gelap yang tersisa di sudut ruang, aku masih terbaring “gelisah”. Tak ada definisi untuk kejadian itu. Ingatan membuatnya terkunci rapat dalam ruang memori. Semuanya telah terjadi, dan jangan menyesal!

***

 

picture : www.wallpaperhi.com

Advertisements

2 Responses to “Bayanganku #2”

  1. Salam kenal dari “Sang Bayang” untuk seorang kawan. 😀

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: