Biarkan Angin Membisu

~oOo~

biarkan angin itu
terperanga dalam bisu
karena dia tak tahu dingginnya daun
daun yang tertiup senja
daun yang tersayat rindu
daun yang mendekam
dalam pelupuk mata bintang

biarkan angin itu
membaca gerak bumi
saat air dan tanah tak lagi dipijak
saat proses memberi berlangsung pragmatik
berfikir untuk apa dan siapa

~oOo~

Makassar, 25 November 2010
*dari catatan harian

picture; www.favim.com

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: