Jagoan Rumah Adat

***

Kabut tipis di atas rerumputan hijau. Malam belum pulih menyembuhkan luka siang yang mengerikan. Intrumental lembut mengiring kepergian jiwa yang tengah bergolak.

Hampir semua nyawa berdengkur pada kayu tipis rumah adat. Sementara sebagian nyawa lainnya tertutup oleh tenda mini.

Dua lolongan anjing silih berganti mengajak anjing lainnya untuk membantu mentari muncul di ufuk timur. Seolah ada kekuatan dari suara itu. Membuat semuanya berlalu begitu cepat.

Begitupun dengan teriakan dari surau yang melafaskan asma Tuhan. Semakin menyakinkan bahwa subuh semakin dekat.

Malam ini memang alot. Perbincangannya terkesan berat. Dialog yang terlontar begitu sensitif. Siap menembak siapa saja target yang terkunci mati oleh pembicaraan. Namun, abstraksi kata membuat mampu menutup lubang yang sebenarnya mengangah.

Di rumah adat ini para wanita menjerit. Saat-saat mistis menyentuh segmentasi malam. Ada tangan yang memengang erat, adapula tangan yang tak henti bergetar.

Semuanya diam tanpa kata, selain satu jagoan malam yang menguasai arah layar akan berlabuh.

Boleh kuminta tenang, namun hanya panik yang dihasilkan. Tak ada kelakar. Sang jagoan beraksi bak atlet pesilat yang mempertontonkan kehebatannya di depan umum. Jago. Jago sekali karena kepalan tangannya ditaburi darah setelah menabrak dinding kayu.

Mirip kepalan tangan seorang perwira yang sedang pendidikan. Atau seperti logo beladiri yang sisa diberi sedikit pewarna merah.

Saat sang jagoan beraksi, puluhan nyawa menanti peristrahatan. Semuanya buyar. Lalu petuah tua keluar dari mulut jagoan. Memberi kesan yang sama pada semua orang yang mengalami ‘gangguan mental’. Ada juga pesan positif seperti turun dari langit yang Tuhan titipkan pada jagoan ini.

Jaga sikap dan sembah Tuhan-mu. Tersirat. Itulah konklusi yang bisa kutarik dari lamanya celetoh sang jagoan. Bahasa yang terucap lebih banyak tak termengerti. Jagoan lalu tertidur setelah meneruskan pesan dari langit itu.

***

Advertisements

9 Responses to “Jagoan Rumah Adat”

  1. jika dia berani datang lagi, maka tidak ada satupun yang akan tinggal diam…
    semuanya harus mengambil tindakan tegas…

  2. semestinya memang benang kusut ini harus terurai. clean n clear!
    jagoan ini akan dilumpuhkan secepatnya

  3. dan kemarin,, akhirnya dia menemukan momen yang tepat…

  4. dan dia tetap berjaga di tempat yang sama…
    menanti saat-saat yang tepat untuk kembali keluar dan menyampaikan pesan…

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: