Prasasti Tanpa Alasan

~oOo~

aku pernah mencatatnya pada sebuah pagi
sesaat setelah daun kemuning tumpah ruah ke tanah.
dan janji kujadikan prasasti.

setia untuk merawatnya sampai lapuk
mengingat hingga aku tak waras lagi
aku bersama embun suci itu bersaksi
membelanya sekuat-kuatnya

inilah pagi menjelang aku meniupkan trompet perpisahan untuknya
membasahinya dengan jutaan kata
aku siap berlari ke arahnya
menemani dan duduk berdampingan

kuanggap ini belum sepadan
langitku amat luas hanya untuk satu balasan
dan semuanya tak butuh alasan

~oOo~

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s