Bakar RUU PT (Risau Mahasiswa)

Kembali Bikin Onar

Tanggal 10 April bulan lalu ketika Menteri Pendidikan dan Kebudyaan Muh. Nuh membatalkan pengesahan RUU PT di sidang komisi X DPR RI. Mahasiswa boleh tertidur sejenak setelah (sebagian) mahasiswa merasa puas karena suaranya “didengar” oleh pemerintah terkait penolakan kenaikan harga BBM subsidi yang direncanakan naik di awal April 2012.

Berselang satu bulan kemudian setelah kabar pembatalan itu. Kemendikbud kembali membuat “onar” di negeri ini, mengumumkan bahwa RUU PT ini adalah pro rakyat. Di artikel sebelumnya telah saya tuliskan betapa setengah hatinya membuat kebijakan sistem pendidikan ini.

Bagi rekan-rekan mahasiswa apalagi fungsianaris lembaga kemahasiswaan harus segera lakukan konsolidasi mengamati kebijakan setengah hati ini. Tugas mahasiswa perlu kita urai kembali bukan sebagai pembuat Undang-Undang, bukan merancang sumber energi alternatif baru. Semua itu adalah tugas pemerintah dan para pakar sebagai pengejewantahan ilmu Tuhan yang telah digaji oleh rakyat (orang tua mahasiswa) .

Asasi Pendidikan

Tidak ada yang salah dengan mahasiwa yang turun ke jalan, membuat parlemen baru –parlemen jalanan melakukan fungsinya sebagai anggota parlemen kabinet bayangan pemerintah. Hal ini sangatlah wajar, melihat realitas mental para anggota dewan yang telah kehilangan rasa manusiawinya. (meskipun masih ada juga Anggota DPR yang bernurani, namun jumlahnya jauh lebih sedikit).

Mosi ketidakpercayaan inilah sebagai pemantik terbakarnya spirit perjuangan mahasiswa dalam perspektif idealismenya. Nah khusus untuk wacana pengesahan RUU-PT ini, kita semua berharap mahasiswa masih memiliki taji untuk mengawal rencana pemberlakuan kebijakan pro kapitalis ini.

Karena dalam kenyataannya, meskipun rancangan kebijakan ini dianggap pro rakyat oleh Mendikbud Muh Nuh, tapi sikap apriori telah membuat terstigma dalam benak mahasiswa, bahwa kebijakan ini pada kenyataannya nanti akan “membunuh rakyat” dalam usahanya mengecam pendidikan setinggi-tingginya.

Sebagaimana yang kita pahami bersama pendidikan sejatinya adalah hak asasi warga Indonesia yang telah dimiliki sejak keluar dari rahim ibu dan juga merupakan usaha sadar dalam mencerdasakan para generasi bangsa. Namun bagaimana pendidikan akan menjadi hak seluruh warga jika tangga-tangga yang mesti dilalui rkayat begitu tinggi dalam hal biaya pendidikan, padahal itu adalah tanggung jawab pemerintah dalam penyelenggaraan dan pengadaan pendidikan.

Ayo Mahasiswa

Ayo, rekan-rekan mahasiswa mari bergerak bersama melawan rancangan kebijakan “membunuh”seperti ini. Kita masih punya bargaining power di tiap pengambilan power meski banyak yang tidak menyadarinya. Inilah cara kita menatap kebenaran dan kepedulian pada sesama.

Bakar RUU PT itu atau pendidikan ini akan jadi komuditas mahal yang hanya akan dinikmati orang berada. Gejala itu sudah ada kawan. Harapan untuk melihat pendidikan ini milik seluruh rakyat harus tetap kita tumbuhkan dalam sanubari kita, seperti yang telah diamanahkan UUD 45 Republik Indonesia.

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s