Munafik

***

walaupun pancaindera mereka sehat mereka dipandang tuli, bisu, dan buta oleh karena tidak dapat menerima kebenaran.
ketika melihat ayat Tuhan pandangannya meredup bagai ditimpa hujan lebat dan petir.
mereka menolak manfaat dari petunjuk yang datang.
justru menyuburkan kemunafikan yang makin bersemi dalam dada.

membawa kabar keburukan pada kebaikan
menjulurkan lidah di belakangan
lalu kegelapan datang saat cahaya hati dipadamkan.
mereka menipu dirinya sendiri dalam ketidaksadaran.
dan jatuh pada lubang yang amat dalam.

mereka amnesia pada nilai
hingga ingatannya betul-betul hilang.
seolah tak butuh uluran
padahal langkah mereka lunglai
dan lenyaplah teriakan dari bibir mereka

***

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s