Almustafa (2)

***

Jika kata-kata ini tidak jelas maknanya, jangan berusaha membuatnya jelas.

Ketakjelasan dan awan adalah segalanya, tetapi bukan akhirnya.

Dan aku ingin kau mengenangku sebagai awal kehidupan, segala yang hidup, dikandung dalam kabut dan tidak dalam kristal.

Dan siapa tahu bahwa kristal adalah kabut yang membusuk?

Inilah yang aku inginkan darimu untuk mengenangku:

Yang tampaknya paling lemah dan bingung dalam dirimu adalah justru yang paling kuat dan pasti.

Bukankah nafasmu yang telah menegakkan dan menguatkan tulang-tulang tubuhmu?

Dan bukankah mimpi yang tidak pernah kau impikan yang justru telah membangun kotamu dan menghiasi segala yang ada di dalamnya?

Jika kau melihat naik turunnya nafasmu kau tak akan melihat segala yang lain.
Dan jika kau bisa mendengar bisikan mimpi kau tak akan mendengar yang lain lagi.

***

 

∣ Sajak Almustafa, Kahlil Gibran 1883-1931 ∣

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s