Gertak Alam

***

dedaunan melambai
aku masih gerah…
dan awan cumulus menutup langit
mendung…
tak menanda dingin

kali ini keringat bercucur
menguap…
energi kinetik mengubah wujud
meski diam

lalu kristal menawar panas
es cendol melarut
lega…
dan lelah membisu
isyarat pulang

hujan tak datang
menyisakan kepanikan
hanya gertak alam
tak jadi pulang

***

Advertisements

One Response to “Gertak Alam”

  1. Peluh menyisa lewat pori yang tertimpa panas.
    kembali menyapa sejuk dalam lambaian angin yang bertiup sepoi.
    jangan takut dengan gertakan alam
    dia cuma usil dalam tiap dentuman yang diperdengarkan lewat langit.
    ****

    Nice poetry kanda…

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s