Rayuan Kata

*****

Berdiri kuat dalam sebuah renungan malam. Rayuan hati tanpa basa-basi. Lalu anjing mulai menerka gerangan apa terjadi di dalam sana. Hingga tak berhenti menyalak, mengusir setan mungkin maksudnya.

Anjing-anjing tak mengerti ikhtiar batin seorang manusia. Hanya di pertiga malam itulah waktu yang tepat, menyingkirkan ragu menentramkan qalbu. Pertumpahan harap dan cita-cita tertuang bersama air mata rendah diri.

Tolong angkat aku dari lumpur ini
ku ingin terbang di mahligai-Mu
bersama beningnya embun pagi

Tolong tentramkan hati ini
jauhkan dari penyakit hati
dan luruskanlah kata-kata di bibir ini

Ini bukan aforisme sufistik mengelabui mata. Ini tentang doa yang terbenamkan kata. Tentang hati yang mulai lirih, di atas tetes usaha fisik. Tak boleh ada keraguan dalam praktek ini.

Lalu bulan sengaja meruncing di atas ufuk subuh. Kini dekat waktu fajar-Mu, mengedipkan energi di garis waktu.

*****

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s