Bulan dalam Sangkar


*****

Saat Bulan menatap mimpinya dia tak mampu memeluknya lagi. Bagai tertimbun dedaun yang merona coklat dalam setiap nuansa kehidupan dan jati diri seorang Bulan. Ibunya larut dalam kesedihan tanpa sandaran hati. Sedang Ayah  terkapar karena syarafnya terganggu oleh benturan aspal jalan.

Kini Bulan diam menyaksikan nasibnya datang tanpa perlawanan. Masa depan tetap ditatapnya walau terlihat suram. Dan ijab terucap entah saat itu dia telah melapangkan nasibnya atau tidak. Dia mencukupkan dirinya dengan segenap ketidaksempurnaan yang dimiliki pasangannya.

Ijinkan aku mengorbit pada bumi yang rapuh
Menerangi sedikit kegelisahan malam
Biarlah angin diam sejenak
Lalu mungkin dingin menyentuh kulitmu

Bulan siap bersinar malam itu. Di tengah senyum dan tangis bahagia yang melebur pada sanak keluarganya. Bulan masih tak pasih pada keramaian yang tiba-tiba ini. Dia disergap kondisi malam yang mencekam. Namun tak berani sedikit pun melompat keluar bersama bintang.

Keluguan pada raut wajahnya tak mampu terbungkus kerapian pakaian adat. Dia hanya mampu menutupnya dengan senyuman. Saat itu Bulan resmi menjadi episentrum bagi planetariumnya kelak.

 

Apakah aku masih bias bermimpi di siang bolong?
Di terik mentari sumber energi
Bolehkah aku menguatkan diri?
Mengeratkan tali ikat kepala
Perjuangan dalam sangkar 

*****

Kutulis untuk sanak familiku “Bulan” yang tersangkar nikahmuda dalam sebua pesta kecil keluarga. Seperti sebuah keterpaksaan yang dialaminya, di tengah himpitan ekonomi yang kian menjerat. Pernikahan ini menjawab banyak soal kehidupan bagi orang tuanya.

 

4 Tanggapan to “Bulan dalam Sangkar”

  1. mujahidzulfadli Says:

    haha…..hebat dari Hong Kong. malas sekalika menulis kanda.
    lebih-lebih kalo tidak disuruh.

    Tapi: mauma nulis hampir serius lagi, riset (cari referensi) kecil-kecilan dulu. haha… Ada lomba Menulis Artikel Ilmiah (untuk Mahasiswa se-Makassar) di adakan LPPM Profesi kanda. Temanya “Kebijakan Pendidikan”. Tapi ndak kugubris karena masih urus Workshop Analisis Data. hehe…

    Baru ku tau. Sewaktu kuliat dua hari yang lalu pamfletnya terpampang di mading pascaSarjana. Stressskuu liatki. kenapa coba,’ tidak dipasang/disebar juga di kampus-kampus UNM? Kayak tersembunyi sekali. Kusampaikan kejengkelan ku sama anak2 nalar di RN, ternyata ada seorang yang sudah lama tau. Tapi tidak diinfokan. Tambah jengkel. haha..

    kukasi tau ibe untuk meng-sms temannya yang di Profesi agar menempelkan pamfletnya di penalaran. kusuruh bilang: dari ketua umum. stress…
    Justru yang beginian bagus untuk latihan. Kompetisi, dan semangat berkarya. haha..sotta..

    Tulisanta’: dari sisi karya sastra, saya tidak memberikan komentar lebih. masih seperti biasa, tulisan itu utuh dari awal. hanya saja. karena mungkin seringki menulis sajak, bagian tulisan yang semestinya jadi sajak/syair (bait per bait), malah dibuat nyambung menyambung (paragraf biasa). gaya barukah? hehe…awam.

    Ada majalah Sastra yang terbit tiap 1/2 bulan?; Horison. Masih sekolah biasa kuliat-liat. Kumpulan karya sastra terbaik dalam bulan itu. Mantap memang, kanda. Bisaki’ lirik-lirik itu. Ada di perpustakaan multimedia (depan unsimuh).

    Ada yang namanya tesaurus (kamus persamaan istilah), kanda. baru sekitar lima tahunan dipake’ di Indonesia. Misalnya globalisasi, sama artinya dengan mondialisasi. Contohnya saya buat dua ato tiga paragraf dengan ‘harus’ beberapa kali mengulang kata globalisasi. Bisa kita ganti dengan yang lain. baik kata dasarnya, maupun istilahnya. Hindari mengulang kata-kata yang sama. Bahasa asing boleh juga. Tulisan akan kian menarik dengan polesan yang sederhana.

    “….akibat terpaan krisis minyak global, nelayan pun harus merasakan dampaknya. Korporasi mondial perusahaan minyak dunia, ternyata memainkan harga crude oil di world market dan negara-negara di dunia ketiga. Harga solar yang menjadi produk derivatif paling murah dari minyak mentah kian mahal.”

    Tulisanta’: dari sisi produk jurnalistik (reportase dan feature). bisa ditransformasi ke situ. cobaki’ wawancarai Bulan dengan beberapa pertanyaan. Jadi, yang kita tampilan, tidak hanya sekadar perasaan galau dari seseorang yang kerabatnya nikah di usia muda. Akan tetapi turut pula fakta hasil perbincangan.

    “….”sergah Bulan
    “…”tutur pemudi yang belum genap 18 tahun itu.
    “….”kenang Bulan mengingat proses lamaran yang terus diingkarinya.

    Info Lomba: entar kucabut pamlfet di pasca sarjana, kanda. tidak kubacapi dengan baik. haha…tapi deadline bedeng tanggal 25 April 2012. Menuliski’ kanda.

    • thank berat (lagi) untuk saran konstruksi-nya. akan sy coba (lagi) menulis!
      “jangan bosan sarankan saya menulis hebat!!!”
      bro, barusan sy like n backlink di twitter-ku lomba menulis. kalau ada waktu-nya ente tularkan sdikit -semangat menulis d anak nalar. saya liat lombanya keren (max umur 21 thn)
      masih ada optimistis melihat wajah nalar akan bergairah (menulis) slagi ada ente yang punya banyak ilmu (teori & praktik)

  2. mujahidzulfadli Says:

    cerdas,,,,mantap. gila..
    pertama kubaca, kukira ‘Bulan’ adalah rembulan. nyatanya ia telah menjelma menjadi insan.

    • ane berusaha cerna saran ente tempo hari. tapi hasilnya masih segitu. ya blajar sdikit-sdikit lah. siapa tau bisa menyusul kehebatan menulis ente.
      eh, kata guru sastra disini, tulisan ini sangat -abstrak!
      menurut ente?

Berkomentarlah yang Santun!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s