Kenapa Mahasiswa Harus #aksi

Artikel ini akan mematahkan apatisme mahasiswa Indonesia.

Refleksi Panggilan Jiwa

Jumat, 30Maret 2012. Bersamaan dgn Aksi penolakan harga BBM di DPR dan berbagai titik di Jakarta.

Untukmu Mahasiswa dan yang mengaku Mahasiswa

  1. untuk sahabat-sahabat yang memiliki nomor telp aleg di DPR terutama dr fraksi yg berada di simulais 3 menolak kenaikan BBM,segera sms mereka
  2. pastikan aleg kita datang di paripurna.saya sudah sms aleg yg saya pilih saat pemilu 2009 lalu.dia komitmen utk datang. kita lakukan yg sama
  3. kita akan lihat bagaimana pergolakan yg terjadi. karena di badan anggaran kabarnya sudah semakin panas dan alot. mereka yg susun APBN-P
  4. kita terus kawal sahabat-sahabat. jika pun , jika pun , ini jika pun.. BBM jadi naik. kita kawal proses subsidi lainnya. BLSM, dll
  5. sahabat, logika mahasiswa adalah logika politik nilai, kajian kita berdasarkan logika rakyat. jika rakyat menderita ktk BBM naik maka TOLAK
  6. jangan mau juga mahasiswa di putar balikan oleh pejabat negara, “Mahasiswa kasih solusi yg nyata” ini membuat mahasiswa di…

View original post 1,757 more words

Advertisements

6 Responses to “Kenapa Mahasiswa Harus #aksi”

  1. poin 22 pak Ridwansyah Yusuf Achmad sepertinya bertolak belakang dengan aksi KEBANYAKAN Mahasiswa ri kota mangkasara’….

    ini musti jadi masukan buat kita ….

    • sepertinya begitu daeng sibali, kalau semua mahasiswa baca artikel ini baik-baik. saya yakin apatisme akan lebur bersama kobaran semangat!!

  2. mujahidzulfadli Says:

    haha…Lebih-lebih saya kak. Baru nyadar kalo tulisan ANCUR. di calla-calla. tapi syukur sekaAAAAAlika’. Karena kutau apa salahku sebenarnya. Opini ku selalu masuk dalam penulisan berita. #arrgghh…biasa kanda.. gaya nulis suka-suka gue. Ndak beraturan, nggak pake’ istilah angle (sudut pandang), de el el…stresss. Rapat redaksi yang cukup tegang sampai tengah malam. #tapi, naketawai mentongka’ orang-orang di sana kalo sampai kabur dalam waktu dekat ini. haha…#mujahid_nekat.

    mantap tulisanta kanda, apalagi feature news yang make’ human interest dalam menulis. bahasa nya boleh meteforis dan dekskripsi yang runut dan mengalir. Tulisan ta’ itu. Bisa sekali ki’ berkisah tentang orang: pake’ orang ketiga (mereka, dia, dsb). Buatki’ pointer-pointer. Terus pointer jadi paragraf. Paragraf jadi tulisan. Ndak pernah apa yang kita harapkan di awal, seperti itu pula hasil tulisanta’ di akhir nanti. Ada proses pengendapan. Mencerna kembali tujuan tulisan kita. Tukar paragraf, ke atas jadi ke bawah. Yang di tengah jadi ke belakang. Tambah samping kiri kanan kalo ada yang kurang. Diselipkan puisi dan syair. Khas sekali mi itu. Khas Mr. F…

    Anak-anak RN (adek-adek): iye. itu juga yang saya bimbangkan dengan mereka. Pokoknya nulis dulu. Sama mau ada BOX IDEA di RN. di situ wajib: anggota menuliskan dalam secarik kertas: IDE APA YANG MEREKA DAPATKAN DALAM SEPEKAN. Setiap orang wajib mengumpulkan. Setelah cukup, diambil satu, dan wajibkan mereka menulis: ARTIKEL ILMIAH, OPINI, CATATAN HARIAN. Intinya belajar nulis salah satu dari jenis tulisan yang mereka dapat. Satu tema: beragam perspektif dan jenis tulisan. haha…
    #mujahid_mimpi.

    hehe…semangat kanda. Saya tunggu tulisanta’.

    • makasih banyak saran-nya. akan saya coba sekuat tenaga.

      idemu itu harus diperedengarkan kepada para tunas muda. Iklim menulis itu harus ditumbuh-suburkan.

  3. mujahidzulfadli Says:

    hehe….idealismenya membuncah.
    bagus, logis, dan tidak pragmatis.
    barang bagus kayaknya itu kita re-blog.
    Kebanyakan blog walking ki’ mungkin. hahaha…
    #salah satu akibat positif nge-blog.

    • benar. saya dapat dari teman yang backlink di FB.
      Blognya teman-teman rutin saya buka hanya sekedar liat perubahan postingannya.
      termasuk mahasiswaunmmakassar.wordpress.com haha….
      saya lagi riset buat tulisan tentang promosi wisata Sulsel. Semoga bisa kelar..dan bisa ikut kontes blog di visitsulsel 2012.

      Saya belum liat satu-pun blog anak nalar yang jadi peserta. Tolong di ajak. Kita butuh bukti kalau anak nalar memang bisa nulis.
      Jangan sampai dialektika tak mampu dipertanggungjwabkan, minimal-lah dalam bentuk tulisan. Kalau ente kan tidak perlu lagi diragukan kualitas tulisannya.

      Nah ini yang tunas baru, mereka harus dibiasakan berkompetisi. Kalau yang tua-tua terus aduh gagal kayaknya regenarasi ini.
      antekamma Kaisar Mujahid?
      kalau saya ya..dimaklumi karena baru tercerahkan untuk menulis…hehe

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s