Tiga Karakter Harapan Bangsa

Terlalu sulit untuk mengurai semua benang kusut problematika hidup. Hanya saja ada beberapa peristiwa yang dianggap penting untuk diluruskan guna menyulam masa depan yang lebih cerah. Secara makro, Indonesia adalah negara yang patut mendapat harapan hidup lebih tinggi oleh masyarakatnya dibanding negara-negara di belahan bumi lainnya.

Sumber daya alam yang tidak ada angka pastinya dari segi ukuran, kualitas dan kuantitasnya. Keberadaan sumber daya alam itu adalah modal besar untuk bertahan. Tapi itu tidak cukup.

Benang kusut yang tak kalah berbelitnya adalah persoalan Sumber Daya Manusianya. Sudah menjadi rahasia bersama bahwa manusia Indonesia adalah manusia yang tidak berkualitas. Ini secara makro. Meskipun tetap ada manusia yang cerdas, dan berkualitas, namun jumlah itu kemudain ditenggelamkan oleh angka manusia super bejat lainnya.

Kualitas sumber daya manusia, sepertinya lebih penting untuk dibenahi dengan baik. Sekarang juga dan dimulai dari siapa saja. Jika pun sudah ada yang memulai kita bersyukur. Kita tetap harus meyakini bahwa setiap perubahan besar terjadi tentu ada awal yang menjadi titik lompatannya dan kita mesti terlibat dalam setiap gerakan perubahan itu.

Dalam menggarisbawahi poin paling penting dari pembenahan sumber daya manusia, tak ada yang patut menjadi urutan paling atas. Semua aspek tak ada yang kalah penting. Namun setidaknya ada tiga karakter SDM yang paling diinginkan bangsa ini untuk melihat Indonesia cerah.

1. Kreatif

Dimana-mana bangsa yang maju adalah bangsa yang memikirkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh banyak bangsa lainnya. Sebut saja korea saat ini, telah menjadi trendsetter gaya berbusana hamper seluruh dunia. Dan tak kalah gilanya, para remaja Indonesia telah menikmati candu tren busana itu.

Belum lagi berbicara music korea, fenomena boyband dan girlband yang kirea perkenalkan ke wajah dunia. Tumbuh menjamur dikalangan remaja metropolis Indonesia. Seperti sebuah ajang ikut-ikutan menjadi sukses. Dan itu tidak kreatif.

Kita selalu lebih suka mencontoh dan mereduksi produk impor. Yang dianggap patut untuk dicontoh. Dan parahnya, kadang produk impor itu menjadi ajang coba-coba manusia Indonesia. Padahal Indonesia sangat jauh berbeda dengan Negara manapun di dunia ini. Indonesia adalah Negara yang mungkin memiliki keunikan paling tinggi di dunia. Banyak sekali hal yang tidak terjadi dinegara manapun. Dan jelas itu bukan kreatif. Selain karena anugrah alam, kondisi itu seperti keterpaksaan, jadi tidak ada unsur membangun.

Kreatif disini adalah kreatif postif yang tentunya membangun. Dari segi kuatitas, jumlah manusia kreatif di Indonesia mungkin lebih banyak di banding Negara lain, karena memang jumlah manusia kita adalah jumlah manusia yang fantastis. Kemenangan jumlah itu tak mampu bangkit mengejar keterbelakangan Indonesia di waja dunia. Ada yang terlupa bahwa manusia kreatif itu butuh fasilitas untuk melengkapi daya kreatifnya.

Solusinya, para manusia kreatif diberikan ruang untuk membuat Indonesia maju.

2. Visioner

Karakter ini tentunya adalah karakter SDM yang positif. Meskipun di sebuah Negara memiliki banyak orang kreatif. Namun tidak memiliki jangkauan berfikir yang lebih panjang, maka hasilnya akan bersifat sementara. Dan kita akn tertinggal lagi.

Berfikir visioner jarang sekali diungkapkna kepada masyarakat. Kita banyak disibukkan dengan aktivitas konsumerisme. Dipaksa menikmati dan membeli.

Imbas dari rendahnya karakter visioner pada SDM Indonesia adalah tingginya tingkat keserakahan masyarakat. Serakah dan berpikir pendek, hanya mampu melihat apa yang ada di depan mata. Jangkauan dan pandangan jarang sekali diluruskan. Hingga kita selalu tertinggal dari bangsa-bangsa yang berfikir maju dan punya perencanaan yang matang terhadap bangsanya.

Sedang Indonesia, tak pernah ada yang memikirkan kedepannya. Kita selalu ditanamkan untuk memetik buah secara instan. Ini indoktrinasi terselubung dari media mainstream. Karena model dan system kita yang membentuk untuk selalu dibatasi masa kerjanya. Siapa pun pemimpin akan enggan melanjutkan sisa-sisa rencana pembangunan bangsa ini. Karena selalu menganggap bahwa yang saat ini sedang salah, dan harus dihentikan dan diganti lagi. Jadilah bengsa ini menjadi bangsa yang coba-coba

3. Moral

Karakter inilah yang menjadi isi dari kedua karakter di atas. Tak akan pernah ada harapan untuk bangsa ini jika para manusianya belum memiliki moral. Lihat saja bangsa kita sekarang ini. Orang cerdas Indonesia banyak, orang kreatifnya juga banyak. Tapi moral mereka ambruk.

Mestinya moral menjadi bangunan yang kokoh untuk menopang karakter-karakter positif SDM Indonesia. Moral menjadi kata kunci dari semua ini. Karakter moral adalah kemestian suatu bangsa untuk bisa melangkah maju.

Satu Tanggapan to “Tiga Karakter Harapan Bangsa”

  1. […] ada 3 karakter pemuda yang begitu diharapkan bangsa Indonesia, yakni pemuda yang memiliki karakter kreatif, visioner, dan moralitas. Ketiga karakter ini tidak boleh diceraiberaikan pada satu jiwa pemuda. 3 in 1. Penjelasan saya […]

Berkomentarlah yang Santun!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s