Wassalam

***
Termangu resah di atas bukit
Waktu mengalun kekosongan wacana
dan gemuruh langit silih berganti
Aku berdongeng dalam tertidurmu

Kini berlalu rentah itu
Sembilan tunas muda tumbuh bersinar
Harapan hidup terbangkitkan
Tumbuh dan meruntuhkan langit

Mencoba bermain angin
Melompat di pepohonan rendah
Saat itu piringmu menengadah ke angkasa
dan kau meletuskan balon berwarna
bersiaplah melihat mentari
Hingga kita jenuh melihat rintik

Lalu hujan memberi warna pada bajumu
Aroma tanah dan padang dekat merekat
Membaur pada putaran waktu
Hingga kita jenuh melihat rintik

Saat getir vocalmu terlontar
Aku banyak tertawa karena lucu
Walau terik walau dingin
Kau akan tetap melaju
Hingga kita jenuh melihat rintik
Dan berpisah, wassalam!
***

Bukit Kecil di Tanah Tengnga-Maros, 2012

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s