Senyum Penutup

*****
Memelukmu dengan senyum
pada jumat berkah yang kau ikuti
kehilangan fisik sejati patriotis
Bungkam selamanya dalam katub cahaya

Berserah pada mati yang hidup
Memupuk sisa bulir cita
Menyemai bungai rampai fase hidup
dan petang mencekam terang
gelap bayang berani mencumbu warna
beruntung lubang cahaya menyelip dimensi
Mampu menyilau walau tipis.

Cahaya itu masih bermukim di sudut rumah
Di sisi rumah, di ruang rumah
Walau mati adalah pilihan
Tapi kau memilih yang tepat
Tak ada sesal untukmu
Beriring pujian dan doa suci mulia
Teringat selalu wajah ramah penyantun
Hingga aku mati!

Terimah kasih pelukanmu, Ayah
Hangatnya masih kusimpan saat aku dingin

*****

Mengenang Wafat Ayahanda (Jumat, 16 Maret 2001)

Advertisements

4 Responses to “Senyum Penutup”

  1. oke, thanks bro…
    salam balik

  2. Salam kenal… 😀

  3. trut larut dlm puisix…. hehehe

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s