Cabang Bercabang

Terus terang aku menghargai waktu yang kau sediakan untuk sampai pada quo vadis ini. Jalan terlena pada titian setiap simpangan merefleksikan kekuatan aksi yang mampu aku tunjukkan. Tak ada kebohongan pada frase bahwa hidup adalah pilihan!

Sementara pagi dan siang berganti terselip peristiwa dan proses menuju harapan. Itulah waktu yang ada dan disediakan berdurasi sama persis dengan miliaran manusia lainnya. Itulah aku masih berjalan pada garis anti galau dan penyesalan. Refleksivitas adalah instrumen pendewasaan. Bayangan itu tidak selalu tepat sama dengan objek yang ada dihadapan cerminnya.

Aku selalu hidup pada masa yang bersilang dan itu pemberian alam. Masa yang kompleks menurut para pakar. Aku tidak mencemburui pada rumput-rumput hijau tetangga. Aku hanya merindu pada bulan purnama yang aku nikmati.

Inilah saling silang kondisi. Cabang bercabang untuk memilih. Mungkin juga ini tepat disebut keluhan. Aku memanjatkan keinginan dan doa tulus untuk semua harapan yang akan nyata. Sekian

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s