Kamu Hanya Bertanya dan Mengeluh

Kenapa kamu masih bertanya soal apa itu masa-masa riskan?. Betul-betul kamu tidak mengerti soal-soal dalam tiap segmentasi pendewasaan. Wajarlah jika ombak selalu riuh di tepian pantai, wajarlah jika seorang nelayan menjadi tangguh karena benturan ombak di lautan lepas.

Beberapa kali kamu terus bertanya, mengapa dan kenapa? Jawabannya jelas kamu sudah tahu. Kamu memiliki alasan yang tak berpangkal untuk menyangkal setiap jawaban yang tidak kamu terima.

Hari-hari belum berlalu, tapi kamu sudah jelas telah tunduk  dalam bungkam diam dan keluhanmu. Kamu mati suri pada fase hidupmu. Kamu muda dalam usiamu tapi kamu telah lapuk oleh kejutan dunia. Kamu bisa saja berkata bisa, tapi kamu mengakhirinya dengan kata nanti.

Semestinya kamu bisa memutar arah layar bila kamu memanfaatkan kuat tiupan angin. Kamu melawan tidak membelokkan. Kamu kuat fisik, tapi kamu lemah fikir. Kamu mesti bangkit menyusun stategi dan master plan atas dugaanmu.

Banyak jawaban untuk mengobati luka agar tetap mampu berjalan tegak melawan badai. Kamu hanya perlu mengais sisa-sisa semangatmu yang tersapu hujan malam yang melelapkan. Mengakumulasi semangat dan waktu, merumuskan startegi dan memulaim langkah pertama menuju rumah impian.

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s