Bertolak atau Menepi?

Saat yang tepat untuk bertolak, menepi atau melawan arus. Atau bahkan tunduk sejenak mengisi pundi-pundi energy, lalu bangkit menaduk. Saat-saat riskan dalam fase akademik. Mendekat pada timelimit adalah kegelisahan. Sungguh senyumlah yang mampu menawar semua kondisi itu. Walau senyum itu adalah kamuflase adaptif mengelabui tiap firasat kejengkelan.

Lelah dan kemuakan untuk segera finish memicu organ lain untuk melakukan aksi. Frontal atau tak berkutik sekalipun mewarnai pilihan pelangi hidup itu. Tutup atau lanjut membaca buku usang alam ini. Abstraksi ini sedikit membuka ruang yang telah pengap oleh polusi egoisme dan kebodohan intelektual.

Janji dan maaf menjadi manusiawi manakala berisi rasionalisasi logic. Menjadi subjek yang dipersalahkan bukanlah keinginan. Apalagi jadi terdakwa sebuah putusan hakim diri sendiri. Cerita-cerita itu boleh jadi hitam saat ini, namun bila saatnya tiba akan jadi pelangi sejarah yang menawan.

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s