Gadis Kecil dan Perubahannya

Ilustrasi Anak Sekolah Dasar

Ini cerita dari dulu ingin saya buat, dari kisah nyata seorang gadis kecil. Waktu itu umurnya baru 5 tahun lebih. Dia tak belajar di taman kanak-kanak (TK). Jarak rumah dengan TK terdekat kurang lebih 7 km, menempuhnya sekitar 15 menit menggunakan motor dengan kecepatan standar. Jaraknya dianggap jauh karena dikaitkan dengan kondisi jalan berlubang dan hampir penuh dengan kerikil sepanjang jalan menuju TK itu. Itulah sebabnya orang tua gadis itu lebih memilih langsung memasukan ke Sekolah Dasar (SD) yang jaraknya dekat dari rumahnya.

Gadis ini lahir di bulan April tanggal 28  tahun 2001, sayangnya saat dia lahir dia tak melihat wajah ayahnya. Ayahnya meninggal dunia tepat 40 hari sebelum dia dilahirkan. Dan sudah dapat dipastikan anak ini adalah anak bungsu. Anak yang lahir tanpa bisa melihat ayahnya (karena meninggall dunia) di kampung gadis ini disebut dengan “Kabbe”, di kampungnya telah banyak anak yang dilahirkan dan didahului dengan meninggalnya sang ayah. Hingga banyak anak yang mendapat panggilan “kabbe”.

Saat masuk SD, dia adalah anak yang unik. Gadis kecil ini langsung mengenakan jilbab. Di sekolah itu tak ada satu orang pun yang mengenakan jilbab, termasuk gurunya yang muslimah. Padahal 100 % orang yang ada di sekolah itu adalah muslim dan muslimah. Awalnya gadis kecil ini disarankan untuk tidak usah mengenakan jilbab dulu karena masih kecil, kata gurunya.

Tapi dia tetap bertahan untuk berangkat ke sekolah dengan mengenakan jilbab pinjaman dari kakaknya. Dari segi penampilan, anak ini jelas menonjol karena hanya dia yang berpakaian lain, meski baju dan roknya masih menggunakan pakaian standar seperti teman-temannya.

Hingga beberapa bulan kemudian, tante dari gadis ini merasa tergugah dan akhirnya membuatkan pakaian khusus untuknya, baju berlengan panjang dan rok yang sampai mata kaki. Tantenya cukup visioner karena ukuran baju dan rok itu dibuat agak longgar, mungkin sudah diprediksi untuk bisa digunakan beberapa tahun.

Sekarang gadis kecil itu sudah duduk di bangku kelas 6 SD, dan sudah puluhan gadis kecil yang menggunakan jilbab seperti dia. Tak terkecuali para guru yang memang mendapat instruksi dari pemerintah Daerah untuk mengenakan jilaba bagi guru muslimah.

Namun yang ingin saya katakan, bahwa gadis kecil ini dalam usianya yang masih belia telah mampu mebawa perubahan besar di tempatnya. Saya katakan besar karena, cara berpakaian adalah hal sangat penting dalam sebuah tatanan masyarakat dalam membentuk karakter pemuda-pemudanya. Tak bisa dipungkiri bahwa beberapa pelanggaran norma kesusilaan diawali dengan cara berpakaian para gadis-gadis yang tidak senonoh dan cenderung mengundang perbuatan asusila.

Sekian semoga bisa menginspirasi!

Berkomentarlah yang Santun!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s