Tahan Seperti Tanah

Malam selalu menjadi tempat abadi untuk menyimpan sejuta memori yang terekam lewat berbagai deburan kisah di siang yang berlalu. Refleksi cahaya mentari di kala kelam mencakam, bagi sebagian insan adalah kegelapan yang mutlak. Namun sekali lagi mozaik hati akan memancar keindahan walau gulita sekalipun.

Sejenak mengingat kejadian yang berlalu beberapa jam silam. Bahwa tanah, boleh percaya boleh tidak adalah salah satu determinasi sikap seorang manusia. Pada tanah, setidaknya ada tiga karakter yang sangat urgen untuk ada pada jiwa seseorang.

Yang pertama sabar, sabar meskipun samapi saat ini sangat mustahil untuk mengukur kesabaran seseorang layaknya keikhlasan yang terlampau abstrak untuk dijewantahakan pada sebuah statistika. Ilsutrasi tanah yang selalu bersabar dalam setiap masa yang dilewatinya, begitulah hidup manusia. Jiwa kesabaran adalah keniscayaan untuk meraih sebuah harapan. Satu kali merasakan gagal maka bila dengan kesabaran tentu akan memiliki peluang yang lebih besar untuk menemui suatu keberhasilan.

Sikap kedua adalah tahan, dalam bahasa ilmiahnya biasa disebut resiliensi atau kemapauan bertahan (bukan survive, karena survive erat dengan fisik), kemampuan beradaptasi, bangkit dari keterpurukan, mengelolah kemalangan menjadi kematangan dan terus progresif serta visioner. Seperti tanah yang secara fisik sangat kuat, dan memiliki ketahanan yang utuh dan kompleks. Ketahanan inilah salah satu perisai hidup seseorang untuk menangkis serangan kebodohan yang datang terus menerus sampai ajal menyeret fisik ke liang lahat.

Sikap yang ketiga adalah jujur, jujur sebagaimana tanah yang tak pernah bohong pada apapun yang ada di balik punggung sisi-sisinya. Jika itu adalah kotoran maka tanah akan mengendus dimensi kotoran itu melalui berbagai celahnya. Seperti manusia, kejujuran adalah sebuah sikap yang paling dibutuhkan oleh peradaban manusia saat ini. Jujur dan integritas seseorang itulah yang mampu membuat manusia  menjadi utuh untuk hidup.

Meski sangat sulit mengatakan bahwa tanah dan manusaia adalah dua objek yang sangat jauh berbeda dari segi apapun. Namun, ketiga karakter di atas akan mampu membuat hidup ini akan menemui kebahagiaan tanpa keluhan.

“Sebuah renungan selepas menghadiri takziyah atas meninggalnya ayah seorang sahabat”

Picture from Google

Advertisements

2 Responses to “Tahan Seperti Tanah”

  1. Nadzra Aisyah Says:

    waw…..
    sungguh luar biasa….
    ada yg membuat q kagum akan kata” x kk…
    aq tunggu lnjutn tulisan ta kak…..

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s