Jurnal Ilmiah, Tak Perlu Kaget!

Sarjana Harus Buat Makalah untuk Jurnal Ilmiah

Sarjana Harus Buat Makalah untuk Jurnal Ilmiah

Di akhir bulan Januari 2012 lalu, situs Dirjen Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) merilis sebuah maklumat  (klik disini untuk melihat maklumat) yang mungkin cukup mengagetkan bagi sebagian mahasiswa yang baru mendengar berita semacam ini. Dirjen Dikti mengumumkan bahwa setiap calon sarjana baik S-1, S-2, maupun S-3 harus meghasilkan makalah yang diterbitkan pada Jurnal Ilmiah. Syarat kelulusan ini mulai akan berlaku terhitung kelulusan setelah Agustus 2012.

Sebagian besar mahasiswa dalam penuturannya merasa kaget dan terancam atas “keharusan” itu. Mendengar kata “jurnal” adalah hal yang sangat sulit, karena selama ini mereka mungkin kebanyakan hanya merupakan “k0nsumen” jurnal manakala mereka dibebankan tugas membuat makalah (yang harus mengambil rujukan ilmiah). Jurnal sendiri secara defenitif adalah majalah yang khusus memuat artikel dalam satu bidang ilmu tertentu. Dalam hal tingkat kepercayaan dan validitas sebuah berita, jurnal berada setingkat berada di bawah buku yang ber-ISSN. Kebenaran atas apa yang diberitakan di jurnal dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Bukan untuk meremehkan maklumat ini, di beberapa jurusan Kampus UNM (Universitas Negeri Makassar) telah lebih dulu mengharuskan mahasiswanya sebelum menerima ijazah untuk menyetorkan hardcopy dan softcopy hasil penelitian dalam bentuk jurnal. Kekurangannya adalah tidak terpublisnya hasil-hasil penelitian itu dalam bentuk majalah layaknya jurnal penelitian. Di UNM sendiri secara personal (mahasiswa) saya belum pernah melihat atau diperlihatkan jurnal (majalah) hasil riset utuh seperti jurnal-jurnal internasional yang sering menjadikan sumber informasi ilmiah bagi mahasiswa.

Jadi, mahasiswa semestinya tidak usah kaget, lebay, atau mungkin takut sarjana karena syarat jurnal ilmiah. Bagi yang telah melakukan penelitian dan sudah rampung hasilnya, hanya butuh beberapa sentuhan kreativitas untuk mengubah tampilan hasil penelitian itu menjadi jurnal. Jika mahasiswa betul-betul merasa takut atau gugup membuat jurnal, LPM Penalaran UNM melalui Bidang Kepustakaan dan Penerbitan menyediakan ruang mahasiswa yang ingin menerbitkan hasil penelitiannya dalam bentuk jurnal. Karena jurnal LPM Penalaran UNM sendiri telah mendapat ISSN dan telah terbit lebih dari 10 (sepuluh) edisi.

Pertnyaan selanjutnya adalah bagaimana cara mengakreditasi Jurnal Ilmiah? klik disini untuk menemukan jawaban yang direkomendasikanlangsung dari Dirjen Dikti.

Jadi ini benar-benar bukan masalah!

Picture by Google

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s