Menolak Diam dan Bungkam!

Senyum yang disunggingkan menghebohkan nuansa malam yang mulai rapuh. Sesudah senyum simpul berbalut persuasi terseret sebuah isyarat konstruksi pola fikir logis dan filosofis. Puluhan mahasiswa UNM (mayoritas masih berumur jagung di lingkungan kampus) menyambut kelahiran barunya dalam sebuah proses penyadaran intelektualitas bernama PMP (Pelatihan Metodologi Penelitian). Pelatihan yang memiliki peluang besar mencipta peradaban sebagai upaya membudayakan sikap ilmiah yang merupakan sikap bawaan bagi mahasiswa #mestinya.

Kematian empati dan kelahiran apatisme pada sebagian mahasiswa di kondisi terkini tak mampu terselamatkan secara kolektif. Karena belum ditemukan jurus jitu melumpuhkan pesatnya laju alur fikir semacam itu. Banyak pakar dan aktivis sangat menuntut adanya revolusi paradigma berfikir mahasiswa. Sebenarnya keluhan adalah serendah-rendahnya advokasi terhadap kenyataan, tapi upaya-lah yang sebenarnya diperbanyak untuk memulai revolusi itu.

Pelatihan ini jelas bukanlah sebuah keluhan melainkan upaya positif membangun karakter mahasiswa yang sebenarnya yakni karakter ilmiah. Karena mahasiswa dalam beberapa tulisan Cak Nur menyatakan bahwa mahasiswa adalah elemen bangsa yang lebih sering disebut masyrakat ilmiah.

Percaya atau tidak, bahwa akar kebodohan terletak pada rendahnya budaya literasi dalam hal ini kebiasaan dan minat membaca-menulis. Meyakini bahwa kita dalam pesakitan untuk menerima kenyataan yang benar-benar hebat adalah tuntutan untuk melakukan transposisi menuju amanah ilmiah “menolak diam dan bungkam” (Mujahid, 2011).

 

Satu Tanggapan to “Menolak Diam dan Bungkam!”

  1. kaisar_mujahid Says:

    super sekali…

Berkomentarlah yang Santun!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s