Waktu dan Kenyataan

***

Bibirnya kini semakin sulit mengukir senyum,

Hanya jidad yang berlipat tiga sering dipamerkan

Mata merah dan kantungnya mengurangi gurah kebahagaiaan

Atau mata pandanya sengaja dihias membungkus masa depan

Bibirnya kini hanya sering saling menggigit

Kegelisahan tercermin atas telapak tangannya yang menutup wajah

Buramnya malam tak pernah lagi termaknai hening

Waktu dan kenyataan menghimpit sisi hidupnya

Tiada lagi kesempatan yang mampu diselipkan.

Kata semangat dan petuah tak pernah cukup

Membendung laju keruntuhan langit.

Sekian untuk malam yang tak pernah sepi!

***

 

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s