Kematian di Kelahiran

Gemericik hujan tak terbendung basis microphone. Suara-suara itu menyelam dalam relung keheningan malam di luar sana. Hanya ada saksi-saksi bisu yang terlalu lunglai dalam kesendiriannya. Banyak keprihatinan yang membuat ini semua bermula. Empati sosial dan sensitivitas yang di dogma tumbuh dalam kepribadian. Nilai luhur dan daya nalar adalah kemestian untuk terinternalisasi.

Sejak malam penghukuman yang dramatis itu. Jelmaan kedisiplinan atas aturan berwujud pada punishment dan anehnya tak ada reward untuk kepatuhan. Ilmu riset dalam frame pembagian beberapa penokohan memperindah suasana malam yang mulai dingin. Tokoh-tokoh yang bertitel panjang menjadi pengisi deret ruang kehausan ilmu pengetahuan.

Puluhan tunas muda dipersiapkan tumbuh mewarna pada karakter penelitian. Mereka hadir untuk lahir kembali pada sebuah keluarga utuh yang menalar kenyataan dan kaidah ilmiah. Lahir dan tumbuh berkembang pada induk ilmu. Berfilsafat, menalar, kajian, dan meneliti adalah lontaran janji keinginan besar menyambut kemunculan tunas muda. Kita akan hidup terorganisir pada sebuah organisasi tak berdaulat. Hierarki bukan keutamaan dalam model kepemimpinan yang diparaktekkan.

Dalam kenyataannya nanti tak ada yang bisa memastikan bahwa fenomena mati saat lahir akan terputus pada kelahiran tunas muda kali ini. Para tetuah Laskar Nalar hanya sekuat tenaga melakukan diseminasi dan transformasi proses kelahiran. Upaya pemotongan rantai Kader Amnesia pada tunas muda menjadi cita dan harapan. Tetapi kembali lagi semua kenyataan akan diawali dengan upaya.

Harapan dan kenyataanlah yang nantinya membuat semua ini berakhir. Bila kecintaan pada lembaga tak mampu hadir saat kelahiran, kiat hanya bisa menunggu kecintaan itu akan tumbuh pada proses.

Berkomentarlah yang Santun!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s