Bias Kenyataan

Tirai hijau menutup stengah ruang dari mushallah. Di luar sana hujan tak lelah mengguyur gedung sekolahan ini. Saya duduk dalam berontaknya hati menginginkan keindahan. Saat dunia belum mampu mencelah sebongkah mimpi yang masih kokoh berdiri, kita belum punya alasan untuk berakhir.

Di ambang kegelisahan memperebutkan kedamaian batin, kali ini saya banyak berkeluh kesah. Selalu hadir pilihan untuk memulai.Keinginan terlalu lemah untuk merobohkan realitas. Atau batas keyakinan dan kekuatan masih bias untuk ditafsirkan dalam ejaan yang dangkal ini?

Membiarkan semua berakhir dalam keraguan adalah kebodohan intelektualitas yang nyata. Skeptis untuk meraih kebenaran boleh saja. Tapi keyakinan adalah harga mati atas kehidupan.

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s