Layu oleh Tusukan Mawar

***

Enam bulan menjelma sedetik waktu.

Mata terpejam dalam buai mimpi.

Serius menembus pagar malam.

Ujungnya tak berpangkal.

Kini aku layu oleh tusukan mawar.

Di rayu aroma sejuk alam.

Biusnya tak terbendung.

Lemah menantang pagi.

Indah adalah wakil atas kelemahan.

Kerapuhan..keraguan..kebimbangan..kejenuhan..

Simbol kekalahan menatap tajam

Menghampiri sebuah keadaan.

Lalu aku tergenang rasa.

Memohon maaf dalam semedi.

Tinggal sendiri terkurung sepi.

Menanti berlalu, menyembul alasan.

***

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s