Rumah Nalar (Seri Inspirasi)

Terlalu banyak kisah dan fakta yang dapat disebut inspirasi hidup. Dan telah banyak yang hilang dalam dunia kata yang tidak terpupuk. Salah satu tempat yang dipenuhi inspirasi adalah “Rumah Nalar” –Rumah Perubahan, Rumah Perdaban-, rumah ini tak terbilang lagi inspirasi yang teretas, dan kemudaian melebur dalam fikir pecintanya.

Inspirasi tidak  hanya pada tataran ide yang menghasilkan ilmu atau provit. Semua kisah yang mampu mendorong manusia melakukan perubahan pada dirinya ke arah yang lebih baik. Rumah ini adalah rumah sumber, tempat persinggahan para hati yang terselip daya nalar. Rumah ide bagi kaum intelektual muda. Begitu banyak pola menuju kebahagiaan yang ditawarkan di Rumah ini.

Rumah Nalar tak pernah sepi dikunjungi, di dalamnya iklim ilmiah begitu hidup meski di akhir-akhir ini budaya hedon telah menyusup perlahan. Tapi hedonis tak pernah salah untuk kelangsungan hidup para laskar yang hidup di bawah atap Rumah Nalar. Kekeluargaan adalah rasa yang begitu kuat mengikat hati. Namun dalam beberapa kasus kekeluargaan tetap berada dibelakang tameng konstitusi-lah yang lebih kuat sebagai fondasi di Rumah Nalar.

Keputusan harus mendahulukan konstitusi dan kemudian kekeluargaan menyusul sebagai pertimbangan. Karena bagaimanapun orang-orang yang melantai di atas Rumah Nalar adalah orang sangat memegang prinsip profesionalisme. Meski beberapa hal tak terselesaikan secara professional. Tetapi tetaplah patut untuk bersyukur mampu berbaur dan memberi warna di Rumah Nalar.

2 Tanggapan to “Rumah Nalar (Seri Inspirasi)”

  1. Kadangkala wilayah rasa dipinggirkan untuk mendapatkan kejernihan sebuah keputusan.

  2. konstitusi,.-pedoman organisasi- sebuah border yang membatasi kekluargaan dalam pertimbngan kelembagaan….di rmah nalar profeainalisme di utamakan, betul kak maruf, kita di ikat aturan, aturn yg dibuat demi kebaikan bersama.

    satu hal lagi…rmah nalar, tempatku mndapatkan khangatan kebersamaan-keluarga kedua ku-

Berkomentarlah yang Santun!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s