Semangat Biru di Fisika UNM (Part 2)

Biru menyeruak dalam riak malam yang gaduh, sesekali tersipu ketika angin datang menggempur. Sementara kejayaan menunggu di ujung nada yang memantul kesana-sini. Nyanyian bunda terdengar melawan tirani. Hujan tak datang, namun sepoi dan dingin menghujat hati yang telah panas. Masih adakah kemajuan yang telah dijanjikan dalam sebuah mars yang menghentak itu?.

Mumas XIX

Jam 4 pagi, para mahasiswa ini terus saling tuding, saling klaim dalam kegagalan dan kesuksesan. Manusiawi rasanya memang mendengar diri jauh dari celah. Tak ada yang mau dipersalahkan. Kalaupun ada, mungkin hanya dalam frase pengakuan terbingkai kata “maaf, kami memang tak maksimal“. Kali ini Forum organisasi tersakral oleh mahasiswa di Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Makassar, berhasil diselenggarakan di Benteng Somba Opu, Kab. Gowa Sulawesi Selatan. Goal Setting dari forum ini adalah tercipatanya kader yang kritis dan amanah serta niatan untuk menjadikan organisasi lingkup jurusan ini kembali pada fungsi dan peran yang lebih murni dan lebih beriklim ilmiah.

Dalam forum akbar ini, bukan hanya Pembacaan Laporan Pertanggungjawaban pengurus yang sebentar lagi akan demisioner yang dikerjakan, akan tetapi perhitungan suara calon ketua umum baru juga adalah agenda yang tak kalah pentingnya. Selain itu, rumusan Pedoman Organisasi yang baru untuk pengurus baru juga menjadi sesi yang akan laot nantinya.

Dari beberapa jam berdebat kusir soal mekanisme forum yang efektif, hal yang paling banyak mendapat kritikan adalah menyoal Tata Tertib Pelaksanaan Musyawarah Mahasiswa ini. Babak paling gentar yang seolah tak berpangkal berada dalam poin penetapan peserta penuh dan peserta peninjau. Dalam hal ini, hak dan kewajiban peserta yang cenderung eksklusif terhadapa salah satu peserta itu. Ada hal yang tak berimbang dan proporsional dalam hal hak dan kewajiban peserta. Itulah yang membuat forum ini berubah jadi arena unjuk argumen, terutama dari kalangan “tetua” yang merasa penting dan menganggap dirinya perlu untuk didengar, karena ucapannya mengandung kebenaran yang bersifat empirik.

Sampai pukul 02.05 wita pagi barulah, para “tetua” menyudahi debat kusir itu. Sebenarnya di awal terjadinya perdebatan itu, saya ingin masuk memberi masukan. Tapi belakangan saya mendapat kabar, kalau ada settingan untuk “mengerjai” pimpinan sidang. Berhubung yang bersangkutan sedang bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Kasihan. Kasihan anggota forum yang lain, yang telah menguap beberapa puluh kali. Mengangkat kepala yang teras makin bertambah beratnya setiap detik yang berlalu.

Sebelum masuk shalat subuh. Pengurus yang akan demisioner itu dipersilahkan untuk membacakan Laporan Pertanggungjawabannya. Sampai feature ini saya buat. Kondisi Forum telah diskorsing hingga pukul 8 pagi.
Selamat berjuang kawanku, selamat mencari apology untuk mendapatkan pembenaran subjektif!

Advertisements

2 Responses to “Semangat Biru di Fisika UNM (Part 2)”

  1. Great! Perjuangan semalam dibenteng somba opu…

    sayang hal seperti ini tidak bisa saya temukan di fakultas saya…..

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s