Pagi : Cerah dan Awan Hitam

***

Trima kasih untuk cerah di pagi ini. Indah.

Tapi belum kulihat lekukan pelangi.

Setiap pagi tentunya selalu ada harapan bagi sang petarung.

Tapi bukan takabur. Tak masalah sebenarnya dengan awan hitam,

dengan hujan sekalipun dengan pelangi.

Harusnya semua dikelola menjadi indah.

Inilah buah kecerdasan intelektual ditambah kecerdasan emosional.

Jadilah insan produktif.
Kalimat diatas kumaksud sebagai sugesti untuk mendongkrak mutu dan kualitas hidupku di pagi hari.

Kuyakin fighting spirit dapat menjelmakan batu menjadi tumpukan pasir.

Kusebut itu sebagai semangat hidup walau kadang awan hitam juga harus kumaklumi manakala dia turun membasuhku. Ini harus kukembalikan pada pencipta cerah dan awan hitam.

***

Makassar, 11 Desember 2011

Berkomentarlah yang Santun!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s